Bangkalan Data Utama Hukum & Kriminal Jatim Madura Pemerintahan

Skandal Narkoba di Kantor Kecamatan Modung, Bupati Bangkalan: Jangan Beri Ampun

BANGKALAN, beritadata.id – Dunia birokrasi Kabupaten Bangkalan kembali diguncang oleh skandal memalukan. Kali ini, sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu di lingkungan kantor pemerintahan. Penggerebekan dilakukan aparat kepolisian di Kantor Kecamatan Modung pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Dalam operasi mendadak tersebut, enam orang berhasil diamankan. Tiga di antaranya berinisial H, T, dan S diduga sebagai pengguna aktif narkoba, sementara tiga lainnya diduga sebagai pengedar. Beberapa pelaku disebut berstatus sebagai ASN dan THL yang bekerja di lingkungan kantor kecamatan tersebut.

Kasus ini sontak memantik kemarahan publik, termasuk dari Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Ia mengaku sangat kecewa dan langsung mengambil langkah tegas dengan memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memberikan sanksi keras.

“Saya sudah minta agar pelaku diproses dengan serius. Jangan ada ampun untuk ASN atau pegawai yang terbukti memakai narkoba, apalagi dilakukan di kantor pemerintahan,” tegas Lukman, Kamis (7/8/2025).

Meski begitu, Lukman menyebut bahwa pemberhentian ASN tetap harus melalui proses hukum dan prosedur administrasi kepegawaian. Penetapan tersangka menjadi salah satu syarat utama dalam proses pemecatan.

“Prosedur tetap dijalankan. Tapi secara etika dan moral, perbuatan ini sudah sangat fatal,” ujarnya.
Ini bukan kali pertama Bupati Lukman mengambil sikap tegas terhadap ASN bermasalah. Dalam kurun enam bulan terakhir, ia sudah menandatangani pemecatan terhadap tiga ASN yang terlibat kasus narkoba dan pelanggaran asusila.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bangkalan, Iptu Kiswoyo, mengonfirmasi bahwa penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya pesta sabu di kantor kecamatan.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman dan penyidikan.
Camat Modung, Dedy Suherman, mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas yang terjadi saat penggerebekan karena tengah beristirahat usai salat Dzuhur.

“Saya baru tahu ketika pihak kepolisian sudah di lokasi. Info soal siapa yang dibawa dan jumlahnya saya serahkan ke aparat,” ujar Dedy.

Saat kejadian, sebagian pegawai sedang absen siang dan sebagian lainnya tengah mempersiapkan agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI. (Red)

Leave a Comment