
SUMENEP, beritadata.id – Seorang wanita muda asal Desa Semaan Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri. Rabu 11 Juni 2025.

Dia adalah Siti Nur Akidah, mengaku tak berani menatap wajah suaminya, Sigit Indiantoro. Sebab bila ia lakukan tangan kasar lelaki itu akan mendarat mulus di wajahnya.
Kata dia, pertengkaran yang berujung pada KDRT itu acap kali disebabkan oleh persoalan sepele.
Sejak awal menikah, sudah tak terhitung jumlahnya ia dipukuli, dicekik, ditampar yang mengakibatkan sekujur tubuhnya lebam, terluka dan berdarah.
Kekerasan fisik yang dilakukan sang suami terhadapnya sudah menjadi hal biasa setiap terjadi pertengkaran dalam biduk rumah tangganya.
Meski begitu, ia sempat memakluminya, dengan harapan siapa tahu esok lusa di masa depan, sikapnya akan berubah menjadi laki-laki penuh kasih dan penyayang.
Namun, harapan itu hanya menjadi angan-angan, sebab lusa dan masa depan yang ia tunggu tak kujung datang.
Kenyatan pahit telah menamparnya, mempertahkan hubungan justru menghadirkan penderitaan fisik dan batin yang tak berkesudahan.
Siti tak kuat menjalani biduk rumah tangga penuh penyiksaan itu, mungkin mengakhiri hubungan menjadi pilihan terbaik. Puncaknya, saat terakhir kali ia bertengkar dengan suaminya, Siti dipukuli sejadi-jadinya.
“Pertengkaran kami dipicu karena masalah kecil, orangnya emosian, ringan tangan, melakukan kekerasan dalam rumah tangga tanpa alasan yang jelas,” ungkap Siti.
“Dia anak orang kaya, sok dan sombong, setiap cekcok langsung mukul dan bilang siap aokom. jadi, mungkin berpikirnya bisa menebus kasusnya,” tuturnya sedih.
Endingnya, Siti memilih melaporkan suaminnya ke Polres Sumenep, tujuannya hanya satu. Mendapatkan keadilan atas KDRT itu.
“Saya melapor agar dia dapat efek jera dan saya dapat keadilan,” pungkasnya. (*/zn)

Leave a Comment