Bangkalan Data Utama Jatim Madura Pembangunan Pemerintahan Pendidikan

Aspekindo Bangkalan Sambut Anggaran Rehab Sekolah, Tekankan Proyek Harus Berkualitas dan Tahan Lama

BANGKALAN, beritadata.id — Bertambahnya alokasi anggaran rehabilitasi dan perbaikan sekolah di Kabupaten Bangkalan menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas sarana pendidikan sekaligus memperkuat standar pembangunan infrastruktur sekolah di daerah.

Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kabupaten Bangkalan menyambut positif dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Bangkalan. Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan juga dinilai harus diikuti dengan tanggung jawab besar dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Ketua Aspekindo Kabupaten Bangkalan, H. Suparman Rosyidi, menilai program rehabilitasi sekolah tidak boleh hanya dilihat dari sisi jumlah bangunan yang diperbaiki. Lebih dari itu, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama agar fasilitas pendidikan yang dibangun benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi sarana pendidikan di Bangkalan. Ini tentu menjadi peluang besar untuk memperbaiki kualitas fasilitas sekolah. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana anggaran tersebut diwujudkan menjadi bangunan yang benar-benar berkualitas, aman, nyaman, dan tahan lama,” ujar H. Suparman Rosyidi.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi sekolah nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Kualitas material, kesesuaian dengan spesifikasi teknis, metode pengerjaan, hingga pengawasan selama proses pembangunan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Karena itu, Aspekindo mendorong seluruh penyedia jasa konstruksi yang nantinya mendapatkan pekerjaan agar menjadikan spesifikasi teknis sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan proyek.

“Kami mengimbau kepada seluruh kontraktor agar bekerja secara profesional. Jangan sampai ada perbedaan antara perencanaan dengan hasil di lapangan. Apa yang sudah ditetapkan dalam spesifikasi teknis harus benar-benar dilaksanakan,” tegasnya.

H. Suparman juga menilai standar material yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan perlu menjadi perhatian bersama. Penggunaan material sesuai standar dinilai penting untuk memastikan bangunan sekolah memiliki kualitas dan ketahanan yang memadai.

Ia mencontohkan sejumlah komponen bangunan yang diarahkan menggunakan material tertentu, seperti pintu fabrikasi dan penggunaan PVC untuk bagian kusen. Menurutnya, standar tersebut harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hasil pembangunan.

“Kalau pemerintah daerah sudah menetapkan standar material tertentu, maka pelaksana harus mengikutinya. Jangan mencari cara untuk menurunkan kualitas hanya karena ingin mengejar efisiensi. Efisiensi itu penting, tetapi kualitas dan keselamatan bangunan tetap harus menjadi prioritas,” katanya.

Di sisi lain, Aspekindo mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang terus melakukan pendataan dan pemetaan terhadap kondisi sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar intervensi pembangunan dapat diberikan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan bahwa usulan rehabilitasi sekolah terus berkembang hingga mendekati 180 lokasi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengakses program pembangunan dari pemerintah pusat dengan menyampaikan kondisi sarana pendidikan secara langsung.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, sebelumnya juga menekankan pentingnya standarisasi material dalam pelaksanaan pembangunan sekolah. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak yang terlibat mematuhi standar yang telah ditentukan demi menjaga mutu fisik bangunan.

Bagi Aspekindo, dukungan anggaran dalam jumlah besar tersebut harus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pelaku jasa konstruksi di Bangkalan mampu menghasilkan pekerjaan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin proyek-proyek ini nantinya menjadi contoh bahwa pembangunan yang dikerjakan di Bangkalan bisa memiliki kualitas yang baik. Kontraktor jangan hanya berpikir bagaimana pekerjaan selesai, tetapi juga bagaimana bangunan itu tetap memberikan manfaat dan nyaman digunakan anak-anak serta para guru dalam waktu yang panjang,” pungkas H. Suparman.

Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, penyedia jasa konstruksi, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program rehabilitasi sekolah tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Bangkalan. (Red)

Leave a Comment