
BANGKALAN, beritadata.id – Minggu pagi (12/4/2026) di Pasar Blega tidak seperti biasanya. Jalan nasional yang melintas di kawasan itu mendadak dipenuhi ribuan warga.

Mereka berdiri berjejer, sebagian mengangkat tangan, sebagian lain bersiap mengabadikan momen. Bukan untuk sebuah acara resmi, melainkan untuk menyambut satu sosok yang mereka kenal dekat: Haji Her.
Kabar kedatangan Haji Her yang melintas sepulang dari Jakarta menyebar cepat dari mulut ke mulut. Ia diketahui baru saja menjalani klarifikasi di gedung KPK terkait kasus pita cukai rokok.
Namun, bagi warga Madura, kabar itu justru menjadi alasan untuk menunjukkan dukungan.
Di tengah riuh pasar yang mulai menggeliat, suasana berubah hangat ketika mobil yang ditumpangi H. Her melambat. Ia membuka kaca mobilnya, menyalami warga satu per satu. Senyum tak lepas dari wajahnya, menyapa setiap tangan yang terulur.
Nurul Lailiya, salah satu warga yang sejak pagi sudah menunggu, mengaku datang karena rasa penasaran sekaligus kekaguman.
“Saya mendengar dari masyarakat kalau Haji Her baru pulang dari Jakarta dan katanya melewati Pasar Blega, jadi saya antusias untuk ke sini. Saya hanya ingin bertemu beliau karena beliau termasuk sosok yang dermawan,” ujarnya.
Kesempatan bertemu langsung itu pun tak disia-siakan. Nurul tampak sumringah setelah berhasil berjabat tangan.
“Alhamdulillah, saya bisa jabat tangan dengan beliau. Beliau sangat ramah, senyum, pokoknya saya puas ketemu beliau,” tambahnya dengan wajah berbinar.
Hal serupa juga dirasakan Ahmad, yang datang bersama keluarganya. Baginya, kehadiran H. Her bukan sekadar lewat, melainkan simbol kedekatan dengan masyarakat kecil.
“Beliau orang baik, sering membantu masyarakat. Kami datang untuk memberi semangat,” katanya singkat.
Meski hanya sekedar lewat dan melanjutkan perjalanan, momen itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Di tengah isu yang beredar, kepercayaan masyarakat tampak tetap terjaga.
Pagi itu, Pasar Blega bukan hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang pertemuan antara harapan, dukungan, dan keyakinan warga terhadap sosok yang mereka anggap dekat dan peduli. (Red)

Leave a Comment