
SUMENEP, beritadata.id – Sikap santai ditunjukkan Bupati Sumenep saat dimintai tanggapan terkait undangan rapat proses pengisian jabatan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Komisi I DPRD Sumenep yang diabaikan jajaran eksekutif.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Sumenep mengundang Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM, serta Kepala Bagian Organisasi Pemkab Sumenep untuk membahas penerapan meritokrasi aparatur sipil negara. Namun, ketiga pejabat tersebut dua kali mangkir dari undangan rapat.
Ketidakhadiran itu terjadi karena tidak adanya disposisi dari Bupati Sumenep, sehingga rapat urgen yang dijadwalkan DPRD tak pernah terlaksana.
Situasi tersebut memicu kemarahan Komisi I DPRD. Anggota Komisi I, Hairul Anwar, secara terbuka mengaku kecewa dengan sikap eksekutif. Ia bahkan menilai tindakan mengabaikan undangan DPRD sebagai bentuk contempt of parliament atau penghinaan terhadap lembaga legislatif.
Namun, alih-alih memberikan penjelasan tegas, Bupati Sumenep justru merespons dengan nada ringan saat ditemui awak media di sela mutasi ASN di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (14/1/2026).
“Oh nanti itu, nanti, tenang aja,” ujar Bupati singkat sambil tertawa.
Respon tersebut kontras dengan ketegangan yang berkembang antara DPRD dan eksekutif, sekaligus menambah sorotan publik terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjunjung prinsip meritokrasi serta penghormatan terhadap fungsi pengawasan DPRD. (Zen)

Leave a Comment