
BANGKALAN, beritadata.id – Semarak Kick Off Hari Santri Nasional 2025 digelar penuh khidmat di Kampus Institut Syaikhona Cholil (Insya) Bangkalan, Sabtu (18/10/2025) malam.

Kegiatan yang diprakarsai oleh PCNU Bangkalan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini, ditandai dengan parade kiai dan santri yang menunggangi becak hias bertema khidmah pesantren dan keteladanan ulama.
Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan sukses dan penuh antusiasme dari masyarakat santri.
“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita sudah bisa menyelenggarakan Kick Off Hari Santri Nasional 2025 oleh PCNU Kabupaten Bangkalan dan berjalan dengan sukses. Dimulai dengan parade kiai dan santri naik becak, ini bentuk simbol khidmah dan kesederhanaan pesantren,” ujarnya.
KH. Makki menjelaskan, rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini akan diisi dengan beragam aktivitas sosial dan keagamaan.
“Ada khitanan massal, pengobatan gratis, bedah buku keaswajaan, hingga pembinaan takmir masjid. Semua ini melibatkan seluruh banom NU seperti Muslimat, Fatayat, dan Ansor,” paparnya.
Puncak peringatan Hari Santri di Bangkalan akan digelar pada 29 Oktober 2025 di Pesarean Syaikhona Kholil, Martajasah, dengan agenda pembacaan Ratib Syaikhona Kholil secara massal.
Lebih lanjut, KH. Makki menekankan bahwa Hari Santri tahun ini memiliki makna khusus di tengah derasnya arus teknologi dan media digital.
“Santri hari ini harus melek teknologi. Pesantren sudah punya modal besar dalam mengajarkan nilai-nilai hidup, tinggal bagaimana para santri menggunakan alat-alat ciptaan Allah untuk membawa manfaat di dunia digital,” katanya.
Ia mengibaratkan tantangan media dan teknologi seperti kisah tongkat Nabi Musa yang menjadi ular untuk menghadapi tipu daya para penyihir Firaun.
“Kita sedang menghadapi ilusi media seperti itu. Maka para santri harus berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran pesantren agar tidak terjebak dalam arus yang menyesatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, KH. Mohammad Nasih Aschal, turut memberikan pandangan tegas terkait polemik pemberitaan negatif tentang pesantren di salah satu stasiun televisi nasional.
“Apa yang terjadi melalui framing liputan Trans7 sungguh melukai para santri. Permintaan maaf saja tidak cukup. Harus ada langkah konkret memperbaiki citra pesantren,” ucapnya.
Menurutnya, Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap peran besar pesantren dalam membangun bangsa.
“Hari Santri ini adalah peneguhan kembali bahwa pesantren telah berjasa besar bagi negeri. Maka jangan sampai nama baik pesantren dirusak oleh framing sesaat,” pungkas Ra Nasih. (*)

Leave a Comment