
PAMEKASAN, beritadata.id – Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan pengusaha tembakau asal Madura, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa H. Her. CEO PT Bawang Mas Group itu mengunjungi SDN Kowel 3, Kabupaten Pamekasan, Rabu (21/10/2026), untuk menunaikan komitmennya membantu perbaikan sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Kedatangan sosok yang dikenal sebagai pengusaha tembakau itu membawa harapan baru bagi para guru dan siswa yang selama ini harus menghadapi keterbatasan fasilitas belajar.
Komitmen tersebut bermula dari kunjungan rombongan SDN Kowel 3 ke Gudang Induk Bawang Mas Group pada tahun lalu dalam rangka kegiatan simposium.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan harapan agar H. Her suatu saat dapat berkunjung langsung untuk melihat kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perhatian.
Pasalnya, terdapat enam ruangan yang mengalami kerusakan. Bahkan, tiga di antaranya sudah tidak lagi digunakan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Harapan yang disampaikan setahun lalu itu akhirnya mendapat jawaban. H. Her datang langsung ke sekolah tersebut, sekaligus memberikan uang muka sebagai langkah awal untuk merehabilitasi bangunan yang rusak.
Bagi pihak sekolah, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa.
H. Her menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar dalam lingkungan yang layak, tanpa harus dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah.
“Saya ingin anak-anak kita belajar dengan tenang dan nyaman. Jangan sampai semangat mereka untuk menuntut ilmu terhambat hanya karena ruang kelas yang rusak. Pendidikan adalah investasi masa depan. Kalau kita ingin Madura melahirkan generasi yang hebat, maka kita juga harus peduli terhadap tempat mereka belajar,” demikian contoh pernyataan H. Her yang disusun untuk melengkapi pemberitaan.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha semestinya memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas, termasuk dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“Bagi saya, rezeki yang Allah titipkan bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Ada hak orang lain di dalamnya. Kalau hari ini kita diberi kemampuan untuk membantu, maka sudah seharusnya kita hadir. Saya tidak ingin melihat anak-anak Madura kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan fasilitas,” lanjutnya dalam contoh pernyataan tersebut.
Ada momen menarik dalam kunjungan H. Her ke SDN Kowel 3.
Seorang siswi bernama Leni tampil membacakan puisi yang secara khusus mengangkat sosok H. Her sebagai pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dalam puisinya, Leni bahkan mengibaratkan H. Her dengan Abdurrahman bin Auf, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai saudagar kaya sekaligus dermawan.
Perumpamaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian H. Her dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Penampilan Leni sekaligus memberikan warna tersendiri dalam kunjungan tersebut. Di balik persoalan bangunan sekolah yang rusak, tersimpan harapan besar anak-anak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Bagi H. Her, apresiasi tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Saya justru merasa masih harus banyak belajar. Abdurrahman bin Auf adalah sosok luar biasa yang kedermawanannya patut kita teladani. Saya tentu sangat jauh dibandingkan beliau. Tetapi mudah-mudahan kita semua bisa mencontoh semangatnya, bahwa semakin banyak rezeki yang diberikan Allah, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk berbagi,” demikian contoh tanggapan H. Her mengenai puisi tersebut.
Lebih jauh, H. Her berharap bantuan rehabilitasi bangunan SDN Kowel 3 dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan pendidikan.
Ia menilai, membangun sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan memberikan motivasi kepada anak-anak untuk belajar. Dukungan nyata berupa fasilitas pendidikan yang memadai juga menjadi kebutuhan penting.
“Anak-anak ini adalah masa depan Madura. Bisa jadi dari ruang kelas sederhana ini kelak lahir dokter, guru, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. Tugas kita hari ini adalah memastikan mereka memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya. Jangan sampai masa depan mereka terhalang oleh kondisi sekolah yang tidak layak,” demikian contoh pernyataannya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti tindak lanjut atas harapan yang pernah disampaikan pihak sekolah kepada H. Her setahun sebelumnya.
Dari sebuah pertemuan di Gudang Induk Bawang Mas Group, harapan untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak kini mulai menemukan jalan menuju realisasi.
Bagi para siswa SDN Kowel 3, kunjungan itu bukan hanya tentang bantuan perbaikan gedung, melainkan juga tentang hadirnya kepedulian terhadap tempat mereka menimba ilmu dan menggantungkan cita-cita.
Sebab, di balik dinding sekolah yang membutuhkan perbaikan, ada mimpi anak-anak yang layak mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang. (Red)

Leave a Comment