
SUMENEP, beritadata.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep kembali menggelontorkan anggaran untuk program pembinaan dan pelatihan kerja pada Tahun Anggaran 2026.

Total dana yang disiapkan melalui APBD mencapai Rp 938.263.000, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran tersebut terbagi dalam 12 paket kegiatan pelatihan berbasis unit kompetensi. Skema ini dirancang untuk memperkuat keterampilan peserta sesuai kebutuhan pasar kerja, sekaligus menjawab tantangan angka pengangguran terbuka di daerah.
Dari total pagu anggaran itu, sebesar Rp 228.800.000 dialokasikan untuk honorarium narasumber, moderator, pembawa acara, serta panitia pelaksana kegiatan. Porsi anggaran untuk komponen non-teknis ini pun menjadi sorotan karena menyerap hampir seperempat dari total dana pelatihan.
Sorotan datang dari kalangan legislatif. Politisi DPC Partai Demokrat Sumenep, Masdawi, menegaskan bahwa program pelatihan kerja yang dibiayai melalui APBD tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan tanpa dampak terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, besarnya anggaran harus linier dengan kualitas output yang dihasilkan. Program pelatihan harus mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan benar-benar terserap di dunia usaha maupun industri.
“Hasilnya harus jelas, utamanya pada peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kerja di Sumenep,” tegas Masdawi, Minggu (22/2/2026).
Ia mendorong Disnaker memastikan efektivitas pelaksanaan program agar anggaran hampir Rp 1 miliar tersebut benar-benar memberi manfaat konkret bagi pencari kerja. (*)

Leave a Comment