
SUMENEP, beritadata.id – Kebijakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep menuai sorotan warga. Taman kota yang sebelumnya rindang dan teduh kini berubah drastis, bahkan disebut menyerupai lahan pemakaman.

Perubahan itu terjadi setelah PUTR menebang sejumlah pohon besar yang selama ini menjadi peneduh taman. Alasan yang dikemukakan, akar pohon-pohon tersebut dinilai merusak trotoar di kawasan taman kota.
Namun alih-alih menghadirkan solusi yang estetis, pohon-pohon besar itu justru diganti dengan pohon kamboja, jenis tanaman yang lekat dengan nuansa kuburan. PUTR berdalih, akar kamboja tidak akan merusak trotoar seperti pohon sebelumnya.
Kebijakan tersebut sontak memicu reaksi warga. Rosi (33), warga Desa Parsanga, menyebut PUTR Sumenep “berhasil” mengubah taman kota menjadi tempat yang terkesan angker.
“Harusnya taman kota itu bikin nyaman dan enak dipandang. Ini malah terasa seperti kuburan. Pohon kamboja kan identik dengan pemakaman,” kata Rosi, Jumat 9 Januari 2025.
Ia menilai alasan teknis soal akar pohon seharusnya tidak dijadikan pembenaran untuk mengabaikan estetika ruang publik. Menurutnya, banyak jenis pohon yang akarnya ramah lingkungan sekaligus indah secara visual.
“Tabebuya misalnya. Banyak pilihan pohon yang estetik dan akarnya tidak merusak. Saya tidak habis pikir kenapa PUTR justru memilih kamboja yang jelas-jelas bernuansa kuburan,” ujarnya kecewa.
Rosi menegaskan, taman kota adalah ruang publik yang mencerminkan wajah daerah. Jika penataannya asal-asalan, hal itu justru menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah terhadap fungsi sosial dan estetika ruang terbuka hijau. (Zen)

Leave a Comment