
BANGKALAN, beritadata.id – Satu dekade perjalanan Kacong Mahfud Institute (KMI) menjadi momentum untuk mempertegas komitmen pengabdian kepada masyarakat. Memperingati usia ke-10, KMI menggelar refleksi organisasi yang dikemas melalui kegiatan keagamaan, sosial, dan penghormatan terhadap sejarah sebagai bentuk ikhtiar memperkuat nilai-nilai kepemimpinan dan kepedulian.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/8) diawali dengan khatmil Al-Qur’an, dilanjutkan pemberian santunan kepada 100 anak yatim, serta ziarah ke makam para wali dan raja-raja Bangkalan. Rangkaian tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi sekaligus pengingat agar nilai pengabdian tetap menjadi ruh dalam setiap langkah KMI.
Direktur KMI, Nur Hakim, mengatakan usia sepuluh tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan.
“Selama satu dekade ini kami terus belajar dan berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui momentum refleksi ini kami ingin menilai sejauh mana program yang telah dijalankan benar-benar berdampak, sehingga apa yang baik dapat terus dilanjutkan, sementara yang masih kurang menjadi bahan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi pijakan bagi KMI dalam menyusun program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Organisasi juga berkomitmen memperkuat perannya sebagai mitra dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda di Kabupaten Bangkalan.
Ke depan, KMI berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak gerakan sosial yang digagas oleh anak-anak muda dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Pembina KMI, Mahfud, menegaskan bahwa satu dekade perjalanan organisasi harus menjadi titik awal untuk menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi Bangkalan. Menurutnya, eksistensi sebuah organisasi tidak diukur dari lamanya berdiri, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Sepuluh tahun ini adalah amanah yang harus terus dijaga. Saya berharap KMI tidak pernah lelah menjadi ruang lahirnya gagasan, kepedulian, dan pengabdian. Jadikan setiap program sebagai solusi atas persoalan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Teruslah merangkul generasi muda, membangun kolaborasi, dan menanamkan semangat bahwa keberadaan kita harus selalu menghadirkan manfaat bagi sesama. Selama nilai itu dijaga, saya yakin KMI akan terus tumbuh menjadi organisasi yang dicintai masyarakat dan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Bangkalan,” tegas Mahfud.
Memasuki usia satu dekade, KMI menegaskan tekad untuk terus memperluas dampak sosial melalui program-program di bidang pendidikan, keagamaan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai motor perubahan di Kabupaten Bangkalan. (Red)

Leave a Comment