
MAKKAH, beritadata.id — Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji yang telah dilalui, para petugas haji Kloter SUB 69 dan SUB 72 asal Kabupaten Bangkalan menggelar tasyakuran dan doa bersama pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat.

Kegiatan tersebut bukan sekadar ungkapan rasa syukur, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan panjang yang mereka jalani dalam mendampingi ratusan jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
Suasana penuh keakraban dan haru mewarnai acara yang mempertemukan seluruh petugas dari dua kloter tersebut.
Selama berminggu-minggu, mereka berada di garis depan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar, meski harus menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Salah satu petugas haji asal Bangkalan, Aliman Haris, mengungkapkan bahwa perjalanan haji tahun ini dipenuhi berbagai dinamika yang menguras tenaga dan pikiran. Namun berkat kerja sama seluruh tim, setiap tantangan dapat diatasi dengan baik.
“Alhamdulillah, kami bisa melewati berbagai dinamika yang terjadi, baik yang berat maupun yang ringan, mulai dari kedatangan di Makkah, pelaksanaan tawaf qudum, wukuf di Arafah, lontar jumrah di Mina hingga tawaf ifadlah. Semua tahapan berhasil dilalui dengan baik,” ujarnya.
Menurut Aliman, tantangan terbesar yang dihadapi petugas adalah keterbatasan jumlah personel dibandingkan dengan jumlah jemaah yang harus dilayani. Dalam satu kloter yang berisi sekitar 380 jemaah, petugas resmi yang tersedia hanya berkisar lima hingga enam orang.
“Kondisinya memang tidak mudah. Dengan jumlah petugas yang terbatas, kami harus memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang maksimal. Namun berkat kekompakan tim, semua persoalan bisa ditangani bersama,” katanya.
Kegiatan tasyakuran yang diinisiasi oleh Hj. Hosniyah tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarpetugas. Berbagai kisah selama bertugas kembali dikenang, mulai dari jemaah yang sempat terpisah dari rombongan, mengalami kelelahan hingga pingsan, terjatuh, maupun sakit saat menjalani ibadah.
Meski penuh tantangan, pengalaman tersebut justru mempererat solidaritas para petugas. Mereka menyadari bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan jemaah, tetapi juga dedikasi para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
Adapun petugas yang tergabung dalam Kloter SUB 69 terdiri dari Ketua Kloter Atoillah, Pembimbing Ibadah (Bimbad) Subaidi, Dokter Uswatun Hasanah, dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Uswatun Hasanah.
Sementara petugas Kloter SUB 72 meliputi Ketua Kloter Wasil, Pembimbing Ibadah (Bimbad) Wafir, Dokter Mega Febriani, dan TKHK Dimas.
Tasyakuran tersebut menjadi penutup manis atas perjalanan panjang yang penuh suka dan duka, sekaligus bentuk penghormatan terhadap kerja keras para petugas yang selama ini berada di balik kelancaran pelayanan jemaah haji asal Bangkalan di Tanah Suci. (Red)

Leave a Comment