
BANGKALAN, beritadata.id – Kejutan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, ternyata tidak berhenti dalam satu hari.

Mulai Rabu (25/2/2026), mitra SPPG Pangeleyan, H. Khoirul Umam atau yang akrab disapa H. Her, kembali memberikan tambahan uang tunai Rp50 ribu di setiap porsi MBG yang dibagikan kepada siswa.
Program berbagi tersebut direncanakan berlangsung setiap hari hingga 16 Maret 2026, atau menjelang libur Idul Fitri, dengan mengikuti jadwal aktif sekolah.
Kepala SPPG Desa Pangeleyan, Fathurrosi Ali, menjelaskan bahwa mekanisme pembagiannya dilakukan secara bergiliran.
“Sistemnya arahan dari mitra, Haji Her. Dibagi per lima sekolah setiap hari. Jadi hari ini lima sekolah, besok gantian lima sekolah lagi, begitu seterusnya,” jelas Fathurrosi.
Ia menambahkan, untuk sementara arahan dari mitra adalah pemberian dilakukan setiap hari sampai 16 Maret, selama kegiatan belajar tatap muka masih berlangsung.
“Insyaallah sampai tanggal 16, mengikuti jadwal sekolah,” ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan lanjutan ini, terdapat 368 siswa dari lima sekolah yang menerima manfaat. Jumlah tersebut bisa berubah setiap harinya karena tiap sekolah memiliki jumlah siswa berbeda, bahkan kemungkinan ada penambahan penerima manfaat.
“Kalau hari ini lima sekolah, penerima manfaatnya 368 siswa. Besok bisa berbeda karena tiap sekolah jumlah siswanya tidak sama,” terang Fathurrosi.
Saat ini, SPPG Pangeleyan menangani 21 sekolah. Namun yang aktif sementara sebanyak 17 sekolah, dan pekan depan akan bertambah menjadi 19 sekolah. Dua sekolah lainnya masih libur dan dijadwalkan masuk kembali pada 4 April.
Secara keseluruhan, total penerima manfaat MBG di dapur SPPG Pangeleyan mencapai 2.353 siswa per hari, belum termasuk kemungkinan penambahan data baru.
Dengan sistem bergiliran tersebut, ribuan siswa dipastikan akan menerima tambahan Rp50 ribu setidaknya satu kali, bahkan berpeluang lebih dari sekali, tergantung jadwal dan distribusi selama periode hingga pertengahan Maret.
Sementara itu, H. Her menegaskan bahwa langkah melanjutkan pemberian uang tunai ini merupakan bentuk kepeduliannya kepada para siswa menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
“Ini murni niat saya pribadi untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, saya ingin mereka ikut merasakan kebahagiaan, bukan hanya dari makanan bergizi yang mereka terima, tetapi juga ada tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah atau membantu orang tuanya,” ungkap H. Her.
Ia kembali menegaskan bahwa dana tersebut tidak bersumber dari anggaran program MBG, melainkan dari kantong pribadinya sebagai mitra.
“Program MBG tetap berjalan sesuai aturan. Soal uang Rp50 ribu itu di luar program, itu inisiatif saya sendiri. Tidak ada motif apa pun, selain ingin berbagi dan memberi semangat kepada anak-anak agar terus rajin belajar,” tegasnya.
Dengan berlanjutnya kejutan ini hingga menjelang libur Idul Fitri, program MBG di SPPG Desa Pangeleyan tidak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bangkalan. (Red)

Leave a Comment