Data Utama Jatim Madura Pembangunan Sumenep

Akses Empat Desa Terputus, Dinas PUTR Sumenep Lamban Tangani Jembatan Ambruk di Giligenting

SUMENEP, beritadata.id – Kinerja Dinas PUTR Sumenep kembali dipertanyakan. Ketidakpastian jadwal pembangunan jembatan ambruk di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, membuat warga kelelahan menunggu janji yang tak kunjung pasti.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas PUTR tak mampu memberikan kepastian waktu, kapan jembatan vital tersebut akan dibangun. Padahal, jembatan itu merupakan urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat empat desa di wilayah Giligenting.

Alih-alih mendapat solusi konkret, warga justru dipaksa bertahan dengan jembatan darurat berbahan kayu yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Kendaraan roda empat harus memutar jauh, menambah beban biaya dan waktu masyarakat setiap hari.

Situasi ini memicu keresahan warga. Ketidakjelasan sikap Dinas PUTR mendorong munculnya wacana pembangunan jembatan secara swadaya, sebuah ironi di tengah kewajiban negara menyediakan infrastruktur dasar.

“Kalau terus seperti ini, warga siap patungan membangun sendiri. Ini akses utama. Tidak mungkin kami menunggu tanpa kepastian,” tegas Alex, warga setempat. Minggu 11 Januari 2026.

Ia menambahkan, kondisi jembatan darurat sangat berbahaya, terlebih saat air laut pasang. Letak jembatan yang berada di pesisir membuat lantainya kerap tergenang air laut.

“Kalau pas air pasang, air laut sudah sampai ke badan jembatan. Warga yang lewat harus diawasi. Ini sangat berisiko,” ujarnya.

Ironisnya, Dinas PUTR Sumenep justru terkesan saling lempar waktu dan alasan. Pihak dinas menyebut pembangunan direncanakan pada 2026 dengan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT), namun tanpa jadwal pasti.

“Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas di tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, Slamet Supriyadi.

Pernyataan tersebut dinilai warga sebagai bentuk ketidakseriusan dan lemahnya perencanaan, mengingat jembatan sudah ambruk dan berdampak langsung pada keselamatan publik.

Sementara itu, Camat Giligenting, Abd Said, juga hanya meminta warga bersabar, dengan dalih proses masih berada di tahap administrasi.

“Masih proses. Jadwal pastinya belum tahu. Tapi menurut saya tidak akan sampai dua bulan,” ujarnya.

Namun hingga kini, tak ada kepastian tertulis, tak ada tenggat waktu, dan tak ada langkah nyata. Warga menilai pemerintah daerah, khususnya Dinas PUTR, gagal menjalankan fungsi dasar pelayanan infrastruktur. (Zen)

Leave a Comment