Business Data Utama Jatim Madura Sumenep

Fakta Pahit di Saobi Sumenep, PT Balad Grup Diduga Tiga Bulan Tunggak Gaji Karyawan

SUMENEP, beritadata.id – PT Bandar Laut Dunia (Balad Grup) yang selama ini menjual mimpi besar lewat program budidaya lobster dengan target investasi senilai Rp100 triliun, kini tengah diguncang isu serius.

Di balik narasi megah soal pembangunan ekonomi lokal, para pekerja keramba di Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, justru menghadapi kenyataan pahit, gaji mereka tak kunjung dibayar selama tiga bulan berturut-turut.

Diyaul Hakki alias Deki, pemuda setempat yang vokal menyuarakan persoalan ini, menyebut kondisi para pekerja sudah sangat memprihatinkan.

“Semua pekerja keramba belum dibayar. Padahal mereka bekerja siang-malam menjaga dan merawat keramba. Kalau seperti ini, bagaimana mereka bisa menafkahi keluarga,” ungkap Deki. Selasa 9 September 2025.

Kata Deki, keluhan pekerja ini sudah dibawa ke meja Camat dan Kapolsek Kangayan. Namun, komunikasi dengan pihak perusahaan justru seakan terputus.

“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Stakeholder harus mengambil keputusan dalam menyelesaikan persoalan ini,” terangya.

Deki menegaskan, tanggung jawab moral dan hukum ada di tangan perusahaan. Namun, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah. Menurutnya, para pejabat tidak boleh berpangku tangan.

“Kades juga menjabat struktural di Balad, Kapolsek, Camat Kangayan, bahkan Bupati dan Wakil Bupati harus turun tangan. Jangan sampai masyarakat merasa dikhianati,” ujar Deki keras.

Sementara itu, salah seorang pekerja keramba yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan harus mencari utangan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami kerja jaga keramba hampir 24 jam. Tapi sudah tiga bulan tidak ada gaji. Sementara anak di rumah butuh makan, sekolah, dan biaya lain. Kami hanya minta hak kami, tidak lebih,” ungkapnya dengan nada getir.

Pekerja lain menambahkan, perusahaan sering berbicara soal investasi besar dan masa depan cerah. Namun realita di lapangan malah jauh berbeda.

“Kerja telat kena teguran, gaji telat tidak ada apa-apa, ya beginilah nasib masyarakat kecil,” keluhnya diringi tawa putus asa.

Sebagai catatan, PT Balad Grup sejak awal memproyeksikan investasi jumbo hingga Rp100 triliun dalam kurun 10 tahun, dengan janji membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.

Namun, fakta di lapangan justru menampilkan fakta pahit dan kisah buram para pekerja yang mestinya dilindungi dan dijamin haknya. (*/zn)

Leave a Comment