
SUMENEP, beritadata.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memiliki data lebih lengkap tentang kondisi sosial masyarakat yang akurat ternyata belum tuntas.

Pasalnya, hingga kini data yang diinginkan keberadaannya masih tumpang tindih di masing-masing lembaga yang bersangkutan.
Alhasil, kondisi ini menuai polemik yang tak berkesudahan dan acap kali melahirkan aksi demonstrasi tahunan dengan harapan data itu ada perubahan dan perbaikan.
Yaitu data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).
Data registrasi sosial ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statiskik (BPS), serta data penyasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).
Walaupun berbeda, masing-masing data milik tiga lembaga besar ini nyatanya memiliki keabsahannya sendiri berdasarkan sumber data instansi terkait.
Ironisnya, yang paling mencolok adalah data milik Dinsos P3A, bagaimana tidak, disaat maraknya informasi bahwa tingkat kemiskinan di Sumenep menurun drastis berdasarkan data BPS, jumlah DTKS terbaru justru mencapai 643.000 jiwa lebih, sontak hal ini memicu reaksi publik.
Beruntungnya, pemerintah pusat hadir untuk mengatasi polemik data kemiskinan di setiap daerah, yaitu melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dimana, DTSEN ini nantinya akan digunakan sebagai data baru dan menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan sosial mengantikan DTKS.
“Jadi DTSEN itu penggabungan data dari tiga lembaga tadi, nantinya tidak ada lagi istilah DTKS, semuanya tergabung jadi satu dan terintegrasi,” ujar Kepala Dinsos P3A Sumenep Mustangin. Rabu 23 April 2025.
Ia menjelaskan, pada proses pengabungan data itu, Dinsos berkolaborasi dengan tiga lembaga tersebut diatas untuk melakukan verifikasi ulang atau ground checking guna menghasilkan DTSEN yang akurat.
Mustangin menyebut bahwa verifikasi itu telah dilakukan sejak bulan Ramadhan kemarin oleh pendamping program keluarga harapan (PKH) se Kabupaten Sumenep lewat bimbingan teknis (Bimtek) BPS, yang mana pengerjaannya sudah berjalan sekitar 80%.
“Hampir selesai, jika tidak terkendala medan dan cuaca buruk kami yakin akhir April ground checking DTSEN ini selesai,” pungkasnya. (*/zn)

Leave a Comment