
SUMENEP, beritadata.id – Ironi terpampang di pintu masuk Kabupaten Sumenep. Saat APBD 2025 mengalokasikan ratusan juta rupiah untuk perawatan lampu penerangan jalan umum (PJU), kawasan gerbang “Selamat Datang” di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, justru tenggelam dalam gelap gulita.

Area yang selama ini menjadi wajah awal kota lengkap dengan monumen Tugu Keris dilaporkan padam total dalam beberapa hari terakhir. Saat malam, ikon kebanggaan daerah itu berubah menjadi titik gelap yang memicu keluhan dan kekhawatiran warga.
“Ini pintu masuk kota. Harusnya jadi perhatian utama. Kalau gelap begini rawan kecelakaan,” ujar Rahman, warga yang melintas, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kondisi tersebut tak hanya merusak estetika, tetapi juga menimbulkan potensi risiko keselamatan. Arus kendaraan dari arah barat yang memasuki wilayah Sumenep terpaksa melambat di tengah minimnya pencahayaan. Gerbang yang semestinya menyambut dengan terang justru menghadirkan bayang-bayang.
Sorotan publik makin tajam setelah penelusuran menunjukkan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep mengelola anggaran perawatan PJU sebesar Rp 613.264.000 dari APBD 2025. Dana itu disebut diperuntukkan bagi pengadaan lampu LED, bohlam, hingga kebutuhan pemeliharaan.
Namun fakta di lapangan berbicara lain. Di era kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, gerbang kota yang menjadi simbol daerah justru tampak tak terurus saat malam hari.
Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi, membantah adanya gangguan pada lampu PJU. Menurutnya, yang padam adalah lampu taman di sepanjang jalan, bukan PJU utama.
“Kalau lampu taman memang sudah lama mati. Tapi kalau PJU tidak ada masalah,” terangnya.
Penjelasan itu tak sepenuhnya meredam kritik. Sebab bagi warga, terang atau gelapnya kawasan gerbang tetap mencerminkan kualitas pengelolaan fasilitas publik. Terlebih, Yayak mengakui masih banyak PJU di wilayah Sumenep yang membutuhkan perbaikan dan penanganannya dilakukan bertahap karena keterbatasan personel hanya 12 orang yang dibagi dalam empat tim.
Laporan melalui layanan darurat 112 disebut terus masuk dan ditindaklanjuti. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal penyebab pasti padamnya lampu di kawasan gerbang maupun target waktu perbaikannya. (*)

Leave a Comment