Data Utama Jatim Madura Pembangunan Sumenep

Tender Masuk Tahap Evaluasi, PUTR Sumenep Pastikan Jembatan Bringsang Segera Dibangun

SUMENEP, beritadata.id – Proses pembangunan Jembatan Bringsang di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, resmi memasuki tahap krusial. Dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan tersebut kini berada pada fase evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga yang dijadwalkan berlangsung hingga 5 Maret 2026.

Proyek di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep itu memiliki pagu anggaran sebesar Rp560 juta. Tahapan evaluasi menjadi penentu sebelum penetapan pemenang lelang dilakukan.

Kepala PUTR Sumenep, Eri Susanto melalui Kepala Bidang Bina Marga Slamet Supriyadi, memastikan seluruh proses berjalan sesuai timeline yang telah ditetapkan dalam sistem LPSE.

“Sekarang masih tahap evaluasi administrasi, teknis, dan harga. Jadi memang belum masuk pekerjaan fisik di lapangan, tapi segera, dibangun,” ujar Supri saat dikonformasi di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).

Sesuai jadwal, penetapan dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada 5 Maret 2026. Setelah itu, masa sanggah dibuka hingga 11 Maret 2026. Jika tidak ada keberatan dari peserta lelang, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) dijadwalkan terbit pada 12 Maret 2026, dengan penandatanganan kontrak direncanakan berlangsung pada 18–25 Maret 2026.

“Kalau melihat di LPSE, tidak ada perubahan jadwal. Artinya proses masih on schedule. Target kami akhir Maret sudah tanda tangan kontrak, sehingga setelah itu penyedia bisa mulai persiapan pelaksanaan,” jelasnya.

Pemkab Sumenep berharap proses berjalan tanpa kendala, terutama pada masa sanggah. Pasalnya, percepatan kontrak menjadi kunci agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai.

Sebagaimana diketahui, Jembatan Bringsang ambruk pada Jumat, 5 Desember 2025. Sejak saat itu, warga mengandalkan jembatan kayu swadaya sebagai akses darurat. Awalnya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, kini jalur tersebut telah diperkuat sehingga dapat dilewati kendaraan roda empat.

Meski akses sementara tersedia, masyarakat mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Sebab, jembatan itu merupakan urat nadi transportasi dan penopang aktivitas ekonomi empat desa di Pulau Giligenting, Bringsang, Aenganyar, Galis, dan Gedugan. (*)

Leave a Comment