
SUMENEP, beritadata.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menunjukkan komitmen serius terhadap pelayanan kesehatan yang inklusif bagi kaum difabel. Selain menyediakan fasilitas ramah difabel seperti jalur pemandu dan toilet khusus, rumah sakit milik pemerintah daerah itu juga menggelar penyuluhan kesehatan gratis bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Saronggi.

Kegiatan yang menjadi agenda pertama pada tahun 2026 tersebut dilaksanakan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan.
Koordinator Tim PKRS RSUD Sumenep, Vinda Sartika Basri mengatakan, program penyuluhan ini bertujuan menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini, sekaligus melakukan deteksi awal terhadap potensi masalah kesehatan pada anak berkebutuhan khusus.
“Ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur RSUD Sumenep melalui Kepala Seksi Informasi, Erfin Sukayati, menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial rumah sakit kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan bagi kelompok difabel.
“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Tim PKRS berkolaborasi dengan tim dari Seksi Rawat Jalan. Programnya sudah memiliki jadwal rutin, sehingga diharapkan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa SLB tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh dokter spesialis mata, Fardian Yedasukma. Penyuluhan juga didampingi oleh fasilitator dari RSUD Sumenep, termasuk Kepala Seksi Rawat Jalan, Fitri Dwi Cahyan.
Melalui program ini, RSUD Sumenep berharap upaya edukasi kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus dapat terus diperluas, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan memperoleh layanan kesehatan yang layak. (*)

Leave a Comment