Data Utama Jatim Keagamaan Madura Sosial Sumenep

Isra Mikraj 1447 H di Pendopo Keraton, Pemkab Sumenep Santuni 757 Anak Yatim

SUMENEP, beritadata.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep tak sekadar menggelar seremoni keagamaan. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab, Pemkab mengadakan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (15/2/2026).

Momentum sakral itu tidak berhenti pada tausiyah dan doa bersama. Di hadapan para undangan dan tokoh masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep menyalurkan santunan kepada 757 anak yatim.

Angka yang tidak kecil, sekaligus menjadi cermin bahwa kepedulian sosial tak boleh sekadar menjadi slogan tahunan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, yang hadir mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak boleh terjebak pada seremoni simbolik.

Menurutnya, peristiwa agung ini harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat solidaritas dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menyebut Isra Mikraj sebagai tonggak sejarah perjalanan Rasulullah SAW menerima perintah salat, sebuah peristiwa monumental yang membentuk fondasi spiritual umat Islam di seluruh dunia.

Namun, ia mengingatkan, ibadah tidak cukup dimaknai secara ritual, melainkan harus melahirkan dampak sosial yang terasa.

Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian warga, santunan kepada ratusan anak yatim menjadi pesan kuat bahwa nilai-nilai keimanan mesti diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan konkret.

Pemerintah daerah, katanya, ingin memastikan bahwa setiap momentum keagamaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat rentan.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini pun menjadi pengingat: ketakwaan tidak hanya diukur dari kekhusyukan doa, tetapi juga dari sejauh mana kepedulian diwujudkan.

Dari Pendopo Agung Keraton Sumenep, pesan itu ditegaskan, agama dan kemanusiaan harus berdiri dalam satu tarikan napas. (*)

Leave a Comment