
SUMENEP, beritadata.id – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan penguatan literasi di Kabupaten Sumenep menjadi tanggung jawab bersama, termasuk insan pers dan pelaku media.

Ia menilai gerakan literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
Menurut Fauzi, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar literasi mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Tanpa kolaborasi, upaya peningkatan budaya baca dan nalar kritis dinilai tidak akan maksimal.
“Literasi di Kabupaten Sumenep ini seharusnya menjadi tugas bersama, lebih-lebih bagi insan pers dan pelaku media turut ambil bagian,” tegasnya saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (13/2/2026) siang.
Ia menekankan sosialisasi literasi harus terus digencarkan karena berperan besar dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar gerakan literasi tetap hidup dan tidak sekadar menjadi seremoni.
Bupati Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada DPC PWRI Sumenep atas konsistensinya menjaga budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar.
Ia berharap organisasi pers tersebut terus menjadi motor penggerak literasi lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Dukungan konkret ditunjukkan melalui penyerahan simbolis bantuan buku kepada DPC PWRI Sumenep.
“Literasi jadi kunci bangun nalar kritis masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, ketua DPC PWRI Sumenep Rusydiyono berkomitmen bahwa organisasinya menghadirkan program literasi berkelanjutan.
“Harapannya tentu gerakan ini akan terus subur hingga ke pelosok desa,” pungkasnya. (*)

Leave a Comment